Mulai usia 5 bulan, dalam sebulan rata-rata Qia menghabiskan maksimal 8 pospak (popok sekali pakai)   saja.Itu pun kalau bepergian setiap minggu.

Bukan karena diaper rash/ruam popok. Alhamdulillah, Qia tidak termasuk anak yang sensitif kulitnya. Ruam terjadi hanya kalau saya terlambat mengganti saat bepergian.

Bukan pula karena pospak mahal (yaa..meskipun emaknya ini seneng juga jadi ga banyak pengeluaran juga di pospak ini, hehe).

Saya akui, pospak memang mengurangi beban saya yang waktu itu masih pemulihan pasca melahirkan, full menyusui dan begadang sendirian karena jauh dari ayahnya Qia. Lelah, jika terbangun tengah malam, harus mengatur posisi untuk menyusui.. bayi berkali-kali harus diganti popoknya. Dikerubuti nyamuk pula. Mati lampu pula. Hahh..kalo inge masa-masa itu, hihihi.

Awalnya saya idealis, tidak mau memakai pospak sama sekali. Tapi di bulan kedua saya menyerah. Tiap malam Qia dipakaikan pospak. Memang berkurang sedikit beban emaknya ini. Urusan Qia nangis-buka popok-bebersih-Qia nangis ga sabaran-ambil yang baru-Qia nangis-pasang lagi jadi lebih ringkes! :P

popok sekali pakai

Pospak

Hingga saya temukan beberapa artikel dari milis tentang pospak. Pencarian saya berlanjut..dan saya mencatat beberapa isu yang baru saya ketahui

Catatan 1 : Beban Bagi Bumi 500 tahun ke Depan

gundukan pospak

Gundukan pospak yang akan didaur ulang di Canada

Info dari realdiaperassociation, bahwa SEBUAH pospak membutuhkan waktu 200-500 TAHUN untuk bisa terurai. Bila seorang bayi memakai pospak, artinya ketika dia, anaknya, cucunya,cicitnya.. dst mati dan jasadnya telah terurai, 1 biji pospak yang pernah dia pakai pun belum hancur oleh tanah.

Sejak membaca artikel tersebut, bagi saya membuang 1 buah pospak berarti menambah beban bumi untuk 500 tahun ke depan.  Memang ada usaha untuk mendaur ulang.. tapi tetap saja upaya daur ulang itu memakan energi yang besar juga.  Pospak adalah limbah besar, yang butuh energi besar pula untuk mengolahnya. Sebuha lingkaran setan.

Hitungan kasarnya, jika seorang bayi memakai pospak dalam 2 tahun usianya. Dan dalam sehari dia memakai 3 pcs saja. Berarti..

3 pcs  x 365 hari x 2 tahun =   2190 pospak untuk diurai dalam 200-500 tahun ke depan.

Padahal itu hanya hitungan untuk 1 bayi dalam keluarga. Belum bayi-bayi lain, belum keturunnannya lagi, belum jika dihitung dalam 1 kota saja. Arrggg… see? Jangan heran kalau lingkungan semakin tak ramah pada kita :(

Limbah seperti apa yang harus dihadapi oleh keturunan kita nanti?

Catatan 2 : Efek Jangka Panjang Bagi Kesehatan

cartoon diaper

Kartun tentang Toxic

Kenapa zaman dulu nenek kita tidak kenal dengan kanker? Kenapa fertilitas manusia semakin menurun? Sejak generasi kapan kita kenal pospak?

Pernah lihat ingredients pospak? Kertas, pulp, kapas, gel… siapa yang menjamin bahan-bahan itu sekadar kertas, kapas dan gel biasa? Kebanyakan melewati proses bleaching dulu. Dan hasil dari proses terebut salah satunya adalah dioksin, zat beracun.

Dioksin adalah zat karsinogenik (pemicu kanker) yang diakui oleh EPA, dan di”tendang” di banyak negara (sumber dari arsip Greenpeace)

Pospak juga mengandung Tributyl-tin (TBT), polutan beracun  yang menyebabkan gangguan hormon pada manusia dan hewan (sumber juga dari arsip greenpeace).

Gel penyerap dalam pospak sendiri terbuat dari sodium polyacrylate, tipe zat yang bersifat “super absorbent”, yang mampu menyerap 400-800 berat jenis air (cmiiw). Siaftnya berubah bentuk menjadi gel  ketika bertemu dengan cairan. Materi ini memang tidak berbahaya… tapi.. belakangan penelitian menyebutkan bahwa zat ini meningkatkar resiko “toxic shock syndrome” (sumber dari sini).

Dan kejutan teakhir,  di tahun 2000 beberapa peneliti dari Universitas Kiel, Jerman melakukan sebuah riset mengenai Archives of Desease in Childhood yang dimuat dalam British Medical Journal. Penelitian itu menyebutkan bahwa temperatur skortum bayi laki-laki yang memakai pospak mengalami  kenaikan beberapa derajat dibanding bayi laki-laki yang tidak memakai pospak. Faktanya, pada laki-laki, suhu skortum harus lebih rendah dari suhu badan untuk menjaga kualitas dan jumlah sperma. Inilah yang menyebabkan fertilitas cenderung menurun.

Statistiknya, jumlah sperma pria Eropa kelahiran 1975  menurun sebanyak 25%.  1975 adalah tahun dimana pospak mulai populer dan digunakan.

***

Yep, hanya dua itu yang jadi catatan saya, untuk memutuskan beralih. Memang belum beralih full, setidaknya belajar mengurangi. Mengurangi “dosa” pemakaian pospak untuk Qia. Dosa saya. Ya, karena yang memilih untuk memakai pospak bukan Qia, tapi saya ibunya.

Alhamdulillah.. makin lama penggunaan pospak makin berkurang. Sekarang mungkin cuma 1 atau 2 pospak terpakai dalam sebulan. Toliet training Qia belum full, kadang masih kebablasan.

Semoga mengurangi beban bumi.. semoga bisa menjaga Qia dari resiko terapapar zat yang akumulasinya bahaya untuk masa dewasanya kelak.

PS : kapan-kapan saya tulis tentang popok kain praktis anti banjirnya Qia. Very very helpful buat emak-emak pemalas seperti saya :D

oleh: fadillah